Kamis, 24 Juli 2014

Penyebab TR horyzontal blm bekerja

Beberapa penyebab horisontal
osilator belum bekerja
(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari
tulisan sebelumnya)
Jika bagian horisontal belum bekerja, maka
langkah awal yang perlu dilakukan adalah :
Periksa dengan ohm meter
apakah jalur B+ short
dengan ground. Biasanya
disebabkan karena transistor
HOT short
Hidupkan pesawat. Periksa
apakah tegangan suply B+
sudah ada.
Jika kedua hal tersebut diatas sudah OK,
maka kemungkinan osilator horisontal pada
ic jungel belum bekerja. Tergantung dari
desain sistim kerja ic jungel maka osilator
horisontal belum bekerja kerja dapat
disebabkan antara lain oleh :
Tegangan suply pada pin-
H.Vcc ic jungel tidak ada
atau kurang dari
spesikasinya. Kebanyakan
teve model lama
mempunyai tegangan kerja
pada sebesar 8v dan pada
teve baru hanya 5v.
Sebenarnya yang dibutuhkan
pada sirkit bagian ini adalah
“arus” yang melalui pin-H
Vcc yang ditentukan oleh
“RESISTOR” yang dipasang
pada pin ini. Oleh karena itu
mengganti “NILAI” resistor
dari aslinya dapat
menyebabkan ic jungel
rusak atau osilator tidak
bekerja.
(teve model lama) Keramik
resonator 500khz rusak
(biasanya berwarna biru
atau orange)
Beberapa tipe ic jungel ada
yang menggunakan resistor
pull up pada bagian
outputnya ( misal TDA8366,
TDA8842). Jika resistor
putus maka akan
menyebabkan basis
transistor driver tidak
mendapat tegangan bias.
Jalur hubungan pulsa SDA-
SCL antara mikrokontrol
dengan ic jungel putus atau
jalur yang ada yang short
disebabkan kerusakan pada
part lain.
Beberapa tipe ic jungel
osilator horisontal dihidup-
matikan oleh kontrol pulsa
SDA/SCA dari mikrokontrol
(contoh adalah TDA8842).
Osilator tetap belum mau
bekerja walaupun sudah ada
tegangan suply H Vcc, jika
mikrokontrol belum bekerja
X-ray protektor dipasang
untuk mematikan osilator
horisontal jika tegangan
tinggi flyback over.. TV
model lama X-ray protektor
aktip bekerja dengan
menshort ke ground
tegangan H.Vcc. Ada
kerusakan salah satu part
pada sirkit X-ray protektor
dapat menyebabkan ada
tegangan pemicu X-ray
protektor bekerja.
Beberapa ic jungel model
lama kadang mempunyai
pin-Xray input (misal
TA8690, TA8659). Normal
pin X-ray tegangannya
adalah nol. Jika pada pin-
Xray input diukur ada
tegangan (walaupun kecil)
maka osilator tidak mau
bekerja.
Kerusakan pada bagian horisontal driver
dapat disebabkan karena :
Tidak ada suply tegangan ke
kolektor.
Kadang dijumpai tegangan
kolektor nol, tetapi jika
transistor driver dilepas
tegangan kolektor ada
(misal pada TDA8844). Ini
bukan kerusakan bagian
driver. Problem disebabkan
pada ic jungel yang belum
bekerja atau rusak.
Menyebabkan tegangan
basis transistor driver over.
Tidak ada tegangan pada
basis transistor driver. Hal
ini dapat disebabkan
osilator horisontal belum
bekerja atau ic jungel rusak,
jalur ada yang putus, atau
resistor pull-up pada pin
hor-out ic jungel rusak.
Pada model teve tertentu
kadang pada jalur basis
transistor driver dipasang
semacam transistor
protektor yang
disambungkan ke bagian
vertikal-out, dimana
kolektor-emitor transistor
protektor ini akan men-
short-kan ke ground
tegangan basis jika ada
problem pada bagian
vertikal. Coba open dahulu
transistor ini.
Walaupun jarang terjadi
kadang disebabkan tranfo
horisontal driver rusak
(kumparan short)
Transistor driver rusak.
************************************
**********
Untuk mengetahui bahwa osilator
horisontal & driver horisontal keduanya
sudah bekerja dapat dilakukan dengan cara
mengukur tegangan pada bagian sekunder
tranfo horisontal driver. Umunya kalau
diukur ada tegangan sekitar 2v AC., jika
basis transistor HOT diopen.
************************************
**********
Kamus :
Resistor pull-up = resistor
yang dipasang pada salah
satu pin-ouput ic dan
disambung ke jalur suply Vcc
Resistor pull-down = sama
seperti pull-up tetapi
disambung ke ground
IC Jungel = awalnya
merupakan istilah untuk
penamaan ic horisontal-
vertikal osilator
************************************
**********

IC LA76810B


Rabu, 23 Juli 2014

IC TV SAMSUNG SPMCB5020T

IC SPM-197 SAA5291


IC TV MAYAKA tv mayaka ST63T87


GAMBAR DATA SEMUA IC CROMA TV

TV AKIRA IC  EK87CM38n KLIK DISINI
TV MAYAKA IC ST63T87 KLIK DISINI
TV SAMSUNG IC SPM-197 SAA5291 KLIK DISINI
TV VITRON LA76810B KLIK DIDINI

ic tv akira menggunakan ic ek87cm38n


Rabu, 09 Juli 2014

rumus elektronika



Rumus elektronika dasar yang saya tuliskan dalam artikel ini semoga saja bisa membantu sobat semua mengingat kembali perlajaran yang telah lalu. Saya juga usahakan mendatakan semua rumusan yang ada. Semoga aja ngga ada yang terlewat ya. Bilapun ada, silahkan kontak saya melaui menu diblog ini untuk memberikan masukan. Baiklah, berikut daftar rumusnya:
Kuat Ars Listrik → Jumlh Muatn Listrik Yang Lewt Suat
Penghantr Tiap Detk.
I = Q / t
I → Kuat Ars Listrk ( Ampre )
Q → Jumlah Muatn ( Coulob )
t → Waktuu ( Detk )
Rumus elektronika dasar : Daya → Usah PerSatuan Wakt.
P = W / t 
P = Dayya ( Wattt )
W = Usaaha ( Joulee )
t = Wakttu ( Detiik )
Hambattan Jenis → Hambataan Yang Terdapatt Pada Pengantar Tiapp
Satu Satuaan Panjangg.
ρ = R . A / L
ρ = Hammbatan Jenis ( Ohmm )
R = Hambatann ( Ohhm )
A = Luas Penammpang Penghantarr ( m2 )
L = Panjangg Penghantaar ( m )
Hambataan Pada Suautu Kawat Penghanntar Tergantungg Pada :

a. Luas Pennampang Penghantaar.
b. Panjangg Penghantarr.
c. Hambbatan Jeniss.
R = ρ . L / q
ρ = Hambattan Jenis ( Ohmm )
R = Hambataan ( Ohm )
q = Luas Penammpang Penghantaar ( mm2 )
L = Panjangg Penghantarr ( m )
rumus elektronika dasar
Hambattan Listrikk → Hambatann Yg Terjaddi Pd Rangkaiian Listrik.
HUKUM OHMM.
Besarnyya Hambatan Listriik ini Sebandding Dg Beeda Potensialnya
( VOLT ), Sertta Berbanding Terbbalik Dg Kuaat Arusnya.
R = V / I 
I = V / R
V = I . R
Impedannsi → Jumlah Hambbatan Secara Veektor Pd Rangkkaian Arus
Bolaak – Baliik / AC.
1. Impeddansi Rangkaian Seeri R & L : Z = √ R2 + XL2
2. Impedanbsi Rangkaian Serri R & C : Z = √ R2 + XC2
3. Immpedansi Rangkaian Serii R – L & C : Z = √ R2 + ( XL – XC ) 2
Rumus Elektronika DasarKapasitaas Kapasitor → Perbaandingan Antara Bessarnya Muatan
Salahh Satu Kepinng Kapasitoor Dg Bbeda
Potensiial Antar Kepping – Keping tssb.
C = q / V
C = Kappasitas Kalor ( Couulomb / Volt )
q = Muattan ( Coullomb )
V = Bedda Potensial ( VOOLT )
Reaktansii Induktif → Hambbatan Yg Ditiimbulkan Oleh Kuumparan /
Indukttor Pd Aruus Bolak-Ballik ( AC )

XL = ω.L
XL = 2.π.f.L 
ω = 2.π.f

Reaktansi Kapasitif → Hambatann Yg Ditimbbulkan Oleh Kappasitor Pd
Aruus Bolakk – Balik.
XC = 1 / ω.C 
XC = 1 / 2.π.f.C 
ω = 2.π.f

Demikan kumpulan Rumus Elektronika Dasar nya.